Jika Ingin Menjadi Karyawan Tidak Kaya, Lakukan Ini !!!

Untuk sebagian karyawan yang ada dibumi ini pasti ingin mempunyai bisnis. Tujuan dari mereka berbisnis adalah ingin mendapatkan penghasilan tambahan dan pada akhirnya mereka ingin kaya. Jika pada artikel saya sebelumnya, saya menulis tentang bagaimana caranya karyawan ingin kaya. Untuk artikel kali ini,saya menulis apa yang menyebabkan karyawan tidak bisa menjadi kaya. Patut disimak kawan, semoga bisa menambah motivasi bagi kalian semua.

Memang, secara logika, seorang karyawan ataupun pegawai sulit menjadi kaya, terlebih menjadi seorang konglomerat dengan penghasilan ratusan juta perbulan. Secara matematis karyawan atau pegawai tidak bisa kaya, mungkin ada beberapa alasan yang menyebabkan itu, yaitu :

Tidak Menyadari Potensi Dalam Diri
Semua orang ingin kaya, namun ternyata tidak semua orang menyadari bahwa dirinya berpotensi menjadi kaya. Mungkin itu jga yang terjadi pada anda, mungkin saat ini anda mempunyai penghasilan tiap bulan 1,5 juta. Dengan gaji begitu anda pasti berfikir tidak mungkin untuk menjadi kaya, makan saja pas-pasan.
Jika fikiran itu yang ada dalam benak anda, mungkin Cuma mau menyarankan, ubahlah segera pola fikir itu, dengan mengubah pola fikir bisa menjadi modal utama untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika kita berfikir bisa, kita pasti bisa, dan jika berfikir gagal, maka kegagalanlah yang akan kita tuai.
Ada kisah yang mungkin bisa dipetik hikmahnya :
Ada seorang petani yang dengan sengaja menaruh satu butir telur elang kedalam sarang ayam. Akhirnya, telur elang itupun ikut di erami induk ayam bercampur dengan telur ayam yang lain, suatu hari telur itu menetas termasuk satu butir elang tersebut, karena tinggal dan lahir di lingkungan ayam, sang elang kecil tidak menyadari siapa sebenarnya dirinya. Suatu ketika, saat sedang mengais-ngais tanah mencari makan, muncullah seekor elang denga gagah perkasa terbang meliuk-liuk di angkasa, elang kecil itu pun berkata, wow, luar biasa, gagah sekali elang itu. Di bisa terbang dan kelihatan begitu perkasa, andaikan aku bisa seperti dia, kata elang kecil itu. Sang induk dan saudara-saudara yang lain segera mematahkan impiannya, jangan bermimpi, dia adalah elang yang perkasa, sedangkan kita adalah seekor ayam, dan akhirnya elang kecil itu pun menyerah dan kembali ke kehidupannya sebagai seekor ayam, yan sampai kapan pun dia akan merasa dirinya seekor ayam yang lemah tidak bisa terbang. Padahal dia seekor elang yang hanya kebetulan dibesarkan dalam keluarga ayam.
Begitulah, kadangkala seseorang tidak menyadari akan potensi yang dimilikinya, dan hanya merasa seperti keadaan yang sedang di alami saat ini.
Berfkir Jangka Pendek
Kebanyakan orang yang berprofesi sebagai karyawan atau pegawai yang berfikir jangka pendek tentang kehidupan, misalnya, bagimana hari ini bisa makan, bagaimana besok membayar cicilan, bagaimana besok bisa bayar tagihan, bagaimana nanti bisa membelikan baju anak, dan lain sebagainya, kebanyakan hanya berdasarkan pada hitungan hari, minggu, dan bulan. Jarang yang berfikir, apa yang harus dimiliki 20 tahun mendatang, atau kondisi apa yang diinginkan jika pension nanti ? itulah salah satu faktor yang member andil mengapa karyawan atau pegawai tidak bisa kaya.
Berpenghasilan Tetap dan Bukan Tetap Berpenghasilan
Maksudnya ? ya, biasanya status sebagai karyawan atau pegawai berpenghasilan tetap, yang setiap bulannya mendapatkan penghasilan yang tetap, walaupun ada kenaikan tetapi tidak signifikan dan tidak dapat mengimbangi berbagai kehdupan hidup.
Beda halnya jika tetap berpenghasilan, ini biasanya adalah orang yang menjalani bisnis atau seorang pengusaha yang penghasilannya tidak tetap tetapi tetap berpenghasilan, yang mungkin bulan ini mendapatkan 1 juta, tidak menutup kemungkinan bulan depan jadi 3 juta dan dalam beberapa bulan bisa menjadi puluhan atau pun ratusan juta rupiah. Jika menjalankan bisnis berdasar sistem yang baik
Lebih Besar Pasak Dari Pada Tiang
Lebih Besar Pengeluaran Daripada Pemasukan
Bila ingin melihat disekeliling masih banyak saudara kita yang mendapatkan gaji dibawah standar hidup minimum (UMR). Contohnya saja dilingkungan saya, seorang guru honorer yang mengajar mulai hari senin sampai hari sabtu, yang berangkat kesekolah dengan menggunakan angkot dan hasil kerjanya itu setiap bulannya dia menerima gaji sebesar Rp. 550.000,-
Tetunya dengan penghasilan begitu tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan finansial, apalagi untuk kebutuhan untuk tabungan dan investasi,  boro-boro untuk investasi, untuk sewa angkot saja mungkin tidak cukup, belum lagi untuk makan. Cukupkah ?
Berfikirlah,…… lain waktu di lanjut ya, tentang bagaimana karyawan atau pegawai bisa mempunyai omzet ratusan juta….
 

Posted on Oktober 16, 2012, in Family Economy and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: