Cara Memulai Beternak Sapi Potong

Berusaha untuk menjadi pengusaha adalah suatu hal yang selalu dilakukan oleh setiap orang. Menjadi seorang pengusaha tidaklah mudah. Banyak ilmu yang harus dicari. Contohnya saya, yang ingin mencoba usaha beternak sapi. Saya masih mengumpulkan informasi dan ilmu sebanyak-banyaknya tentang beternak sapi yang benar. Beternak sapi ada dua jenis, yaitu : Sapi Potong dan Sapi Perah. Kedua-duanya mempunyai karakter yang berbeda-beda. Berikut akan saya coba untuk sharing ilmu tentang beternak sapi. Cekidot !!!

Usaha peternakan sapi potong di Indonesia telah  lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi  pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain :

1. Seleksi Bibit
a. Pejantan : Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kapasitas servis.
b. Betina        : Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kemiringan vulva tidak terlalu keatas, mempunyai puting 4 buah, bentuk ambing relatif besar dengan bentuk yang simetris.
2. Pakan
Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu)  dan makanan tambahan (vitamin, mineral dan urea.).
Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari
adalah sebagai berikut :
– Hijauan : 35 – 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.
–  Konsentrat : 2 – 5 kg
– Pakan tambahan :  30 – 50 gr.
3. Kandang
a. Syarat Kandang
– Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat
-Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh
-Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.
-Ventilasi  udara dalam kandang harus baik.
– Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.
b. Ukuran kandang
– Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor
-Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor
-Anak sapi 1,5 X 2 m/ekorS
4. Sistem Perkawinan
a. Hand Mating
Kawin alam yang teratur dimana sapi betina birahi dibawa ke tempat pejantan untuk dikawinkan atau di IB.
b. Pasture Mating
Jantan dan betina kawin alam di padang penggembalaan
c. Mengetahui Tanda Birahi
tanda-tanda birahi yaitu ; selalu gelisah, mencoba menaiki sapi lain, vulva
membesar dan kemerahan serta keluar cairan lendir, nafsu makan menurun.
d. Mengetahui Tanda-tanda Melahirkan
Tanda melahirkan seperti urat daging sekitar vulva mengendor, dikiri kanan
pangkal ekorkelihatan legok, ambing membesar dan tampak tegang, sapi
gelisah dll.
5. Kesehatan Hewan
Tindak pencegahan :
a. Hindari kontak dengan ternak sakit
b. Kandang selalu bersih
c. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain
d. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit  Brucellosis dan Tuberculosis.
e. Desinfektan kandang dan peralatan
f. Vaksinasi teratur.
Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang sapi seperti : Antrax, Ngorok, Keluron dan lain- lain. Untuk mencegah penyakit dapat dilakukan
vaksinasi secara teratur dan pemberian obat sesuai  jenis penyakit yang menyerang.
6. Tatalaksana Pemeliharaan
Tatalaksana pemeliharaan dapat dibagi 3 sesuai tujuan pemeliharaan :
a. Tujuan untuk menghasilkan anak. Induk dan anak dipelihara bersama sampai anak disapih umur 6 – 8 bulan dan kemudian anak dijual.
b. Tujuan untuk menambah dan memperbaiki kualitas daging. penggemukan dapat dilakukan di kandang atau padang rumput. Lama penggemukan tergantung umur sapi. Bila umur 1 – 2 tahun dibutuhkan waktu 6 bulan. Bila umur sapi dewasa 2 – 3 tahun dibutuhkan waktu 4 bulan.
c. Tujuan untuk bibit. Dipelihara sapi-sapi jantan dan betina dari jenis unggul.
7. Pemasaran
Pemasaran hasil ternak dapat dikoordinasikan dengan kelompok tani atau
koperasi, dengan demikian biaya dapat ditanggung besama-sama.
Produk dapat dipasarkan berupa daging atau ternak hidup, dan sebaiknya memilih standar harga per kg berat hidup

Posted on Oktober 15, 2012, in Breeding and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. gan, kalo berternak sapi potong dan sapoi perah, yang lebih menguntungkan kira kira yang mana ya? bingung juga mau terjun dalam bidang peternakan

    • Tentang menguntungkan atau tidak menguntungkan tergantung kita sebagai peternak. Jika dilihat cara merawatnya relatif lebih mudah sapi potong. Kalau merawat sapi perah, sepertinya banyak kriteria yang harus terpenuhi. Terutama kebersihan…Jadi kalau saya pribadi, lebih memilih sapi potong. Semoga membantu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: