Akibat Sering Melakukan Oral Seks

Sebagai seseorang yang telah dewasa dan menikah. Berhubungan seks dengan pasangan adalah sudah menjadi suatu kebutuhan. Sering kali, pasangan suami istri mempunyai jadwal tersendiri dalam melakukan hubungan seks. Ada yang melakukannya 2 kali dalam seminggu, 1 kali dalam seminggu bahkan ada yang melakukannya setiap hari. Semua itu tergantung dari kondisi fisik dan pikiran.

Ada yang mengatakan semakin kita merasa stress dengan kondisi pekerjaan, maka akan sering juga kita ingin melakukan hubungan seks. Akan tetapi, saya masih belum menemukan apa hubungannya antara kondisi stress dengan frekuensi berhubungan seks. Mungkin akan saya bahas dilain artikel.

Saat ini, saya akan membahas ” Cara melakukan hubungan seks yang sehat “. Wajar saja bagi kita sebagai manusia suka melakukan eksperimen dalam melakukan hubungan seks. Seperti halnya kita sering melakukan ORAL SEKS.

Berhati-hatilah dengan  oral seks. Para ilmuwan di Amerika Serikat mengatakan ada kaitan kuat antara kegiatan seks oral dan kanker. Mereka kini mencoba mengungkap mengapa human papillomavirus menyebabkan peningkatan kasus kanker mulut pada pria kulit putih di negara itu.

Bukti-bukti seputar hubungan kanker mulut dan oral seks sebenarnya sudah lama diungkapkan para peneliti. Para ahli bahkan menemukan kanker mulut akibat infeksi human papillomavirus (HPV) kini lebih banyak terjadi dibandingkan dengan akibat penggunaan tembakau. Di AS, antara tahun 1974-2007 telah terjadi peningkatan kasus kanker mulut sampai 225 persen, mayoritas pada pria kulit putih.

“Jika dibandingkan dengan orang yang mendapat infeksi oral atau tidak, faktor risiko terbesar adalah jumlah pasangan kegiatan oral seks. Semakin banyak jumlah pasangan, semakin tinggi risikonya terkena kanker,” kata Maura Gllison dari Ohio State University.

Studi sebelumnya menyebutkan, seseorang yang pernah melakukan oral seks dengan enam atau lebih pasangan dalam hidupnya memiliki risiko kanker 18 kali lebih tinggi dari mereka yang jumlah pasangannya kurang dari enam orang.

Salah satu hal yang masih menjadi misteri adalah mengapa peningkatan kasus kanker mulut lebih banyak ditemui pada pria kulit putih. Dibutuhkan waktu panjang untuk menjawabnya. Namun, para ahli yakin teknologi untuk mendeteksi HPV yang sudah dipakai di bidang kanker serviks akan membantu.

Saat ini diketahui terdapat 150 tipe HPV yang berbeda dan 40 tipe di antaranya bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Beberapa di antaranya menyebabkan kutil kelamin dan sisanya bisa meningkatkan risiko kanker mulut, anal, vagina, dan penis.

Dengan mengetahui akibat negatif oral seks tersebut, sudah saatnya kita untuk berhati – hati dalam menjalankan salah satu kewajiban dalam berumahtangga tersebut.

Posted on Oktober 11, 2012, in Health and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

    • Setidaknya itu yang pernah saya baca. Saya memang sering melakukannya saat berhubungan dengan pasangan. Ya…saat melakukannya semua ketakutan akan penyakit tersebut jadi hilang…he..keenakan kali ya…Tapi patut dipertimbangkan apa yang tertulis di artikel saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: