VSI…..MLM atau Bukan ya ?!?!?

VSI

Di dalam era digital sekarang ini, memang sangat memudahkan bagi kita para pengguna teknologi dalam melakukan aktivitas. Entah itu aktivitas kerja rutin ataupun bisnis.

Dalam era digital, bisnis bisa jadi sangat mudah dalam meraih keuntungan. Betapa tidak ? sebagai pelaku bisnis, kita bisa bertemu klien tanpa harus bertatap muka langsung. Ada Skype, Whatsapp, Line, BB dan sebagainya. Aktivitas bayar membayar juga sangat mudah. Ada Paypal, Solidtrustpay, EgoPay dan lain-lain. Semuanya jadi sangat mudah.

Selama ini kita tahu bahwa paypal, solidtrustpay, egopay adalah milik luar negeri. Sekarang hadir produk semacam itu, milik dalam negeri, yaitu : Veritra Pay (VSI).

Veritra Pay (VSI) adalah payment online milik Ustads Yusuf Mansyur. Dengan Veritra Pay (VSI) kita bisa melakukan transaksi apasaja dan mendapatkan keuntungan dari margin transaksi tersebut. Isi pulsa dapat cashback, belanja di alfamart, dapat cashback, bayar kartu kredit, dapat cashback.

Selain kita dapat cashback dari margin transaksi, dengan Veritra Pay (VSI) kita juga bisa mendapatkan uang atau bonus tambahan dari jaringan kita. Memang Veritra Pay (VSI) sepintas seperti MLM, namun ini bukan MLM. Jika di MLM, kita tidak akan mendapatkan keuntungan jika jaringan kita tidak berkembang. Lain dengan Veritra Pay (VSI), kita masih bisa mendapatkan keuntungan dari transaksi sehari-hari kita. Apalagi kita bisa mendapatkan jaringan…Wooow…bisa jadi kaya kita.

Oleh karena itu, ayo bergabung dengan Veritra Pay (VSI), dapatkan keuntungan dari HP kita, Raih mimpi kalian untuk menjadi orang kaya…

Siapa Cepat, Pasti Kaya ….!!!!

Ini Lho..cara merawat kucing !!!

Ini Lho..cara merawat kucing !!!.

Demam Berdarah atau Tifus ? Hampir sama Gejalanya

Demam Berdarah atau Tifus ? Hampir sama Gejalanya.

Mendidik Anak Ala Rasullullah (2)

Jangan Mencela Anak

Anas mengatakan, “Aku melayani Rasulullah selama 10 tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengatakan, ‘Ah,’ tidak pernah menanyakan, ‘Mengapa engkau lakukan itu?’ dan tidak pula mengatakan, ‘Mengapa engkau tidak melakukan itu?’.”[7]

Anas juga mengatakan, “Beliau tidak pernah sekali pun memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian akan manangguhkan pelaksanaannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang dari ahli baitnya mencelaku, beliau justru membelaku, ‘Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah terjadi.”

Al Ghazali memberi nasihat, “Janganlah banyak mengarahkan anak dengan celaan karena yang bersangkutan akan menjadi terbiasa dengan celaan. Dengan celaan anak akan bertambah berani melakukan keburukan dan nasihat pun tidak dapat mempengaruhi hatinya lagi. Hendaklah seorang pendidik selalu menjaga wibawa dalam berbicara dengan anak. Untuk itu, janganlah ia sering mencela, kecuali sesekali saja bila diperlukan. Hendaknya sang ibu mempertakuti anaknya dengan ayahnya serta membantu sang ayah mencegah anak dari melakukan keburukan.”[8]

Mengajarkan Akhlak Mulia

Anas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Wahai anakku, jika engkau mampu membersihkan hatimua dari kecurangan terhadap seseorang, baik pagi hari maupun petang hari, maka lakukanlah. Yang demikian itu termasuk tuntunanku. Barang siapa yang menghidupkan tuntunanku, berarti ia mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku niscaya akan bersamaku di dalam surga.”[9]

Al Ghazali mengatakan, “Anak harus dibiasakan agar tidak meludah atau mengeluarkan ingus di majelisnya, menguap di hadapan orang lain, membelakangi orang lain, bertumpang kaki, bertopang dagu, dan menyandarkan kepala ke lengan, karena beberapa sikap ini menunjukkan pelakunya sebagai orang pemalas. Anak harus diajari cara duduk yang baik dan tidak boleh banyak bicara. Perlu dijelaskan pula bahwa banyak bicara termasuk perbuatan tercela dan tidak pantas dilakukan. Laranglah anak membuat isyarat dengan kepala, baik membenarkan maupun mendustakan, agar tidak terbiasa melakukannya sejak kecil.”[10]

Mendoakan Kebaikan, Menghindari Doa Keburukan

Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan untuk anak-anak kalian, janganlah kalian mendoakan keburukan untuk pelayan kalian, dan jangan pula kalian mendoakan keburukan untuk harta benda kalian, agar jangan sampai kalian menjumpai suatu saat yang di dalamnya Allah memberi semua permintaanmu, kemudian mengabulkan doa kalian.”[11]

Orang tua harus dapat mengontrol penuh lisannya, agar tidak keluar ancaman atau ucapan yang bisa menjadi doa keburukan bagi sang anak. Doa itu tak harus sesuatu yang khusus diucapkan saat bersimpuh di hadapan Allah. Ucapan seketika, seperti, “Dasar anak bandel,” pun bisa bermakna doa. Dan doa orang tua kepada anak itu bakal manjur.[12]

Meminta Izin Berkenaan dengan Hak Anak

Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa disajikan kepada Rasulullah segelas minuman, lalu beliau meminumnya, sedang disebelah kanan beliau terdapat seorang anak dan disebelah kirinya terdapat orang tua. Sesudah minum, beliau bertanya kepada si anak, “Apakah engkau setuju bila aku memberi minum mereka terlebih dahulu?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah, aku tidak akan memberikan bagianku darimu.” Rasulullah pun menyerahkan wadah itu ke tangannya.[13]

Mengajari Anak Menyimpan Rahasia

Abdulllah bin Ja’far bercerita, “Pada suatu hari Rasulullah memboncengku di belakangnya. Beliau kemudian membisikkan suatu pembicaraan kepadaku agar tidak terdengar oleh seorang pun.”[14]

Makan Bersama Anak Sembari Memberikan Pengarahan dan Meluruskan Kekeliruan Mereka

Umar bin Abu Salamah bercerita, “Ketika masih kecil, aku berada di pangkuan Rasulullah dan tanganku menjalar ke mana-mana di atas nampan. Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Hai bocah, sebutlah nama Allah (berdoa), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.’ Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.”[15]

Abdullah bin Umar tidak pernah melakukan shalat malam, maka Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah bin Umar seandainya dia shalat malam.” Sesudah itu, dia hanya tidur sebentar saja setiap malamnya.[16]

Berlaku Adil Kepada Anak, Tanpa Membedakan Laki-laki atau Perempuan

Nu’man bin Basyir pernah datang kepada Rasulullah lalu berkata, “Sungguh, aku telah memberikan sesuatu kepada anak laki-lakiku yang dari Amarah binti Rawwahah, lalu Amarah menyuruhku untuk menghadap kepadamu agar engkau menyaksikannya, ya Rasulullah.” Rasulullah bertanya, “Apakah engkau juga memberikan hal yang sama kepada anak-anakmu yang lain?” Ia menjawab, “Tidak.” Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Allah dan berlaku adillah kamu diantara anak-anakmu.”  Nu’man pun mencabut kembali pemberiannya.[17]

Melerai Anak yang Terlibat Perkelahian

Rasulullah pernah memisahkan dua bocah yang terlibat dalam perkelahian. Beliau meluruskan pemikiran mereka dan menyerukan kepada orang-orang dewasa untuk menangkal kezaliman.[18]

Gali Potensi Mereka

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Di antara pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman terdapat sebuah pohon yang dedaunannya tidak pernah gugur, dan itulah perumpamaan seorang muslim. Ceritakanlah kepadaku pohon apakah itu?” Orang-orang menebaknya dengan beragam pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman tersebut. Ibnu Umar berkata, ‘Dalam hatiku terbetik bahwa pohon yang dimaksud adalah pohon kurma, tetapi aku merasa malu untuk mengutarakannya (karena saat itu usiaku masih sangat muda). Selanjutnya, mereka pun menyerah dan berkata, ‘Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah, pohon apakah itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Itulah pohon kurma’.”[19]

Rangsang dengan Hadiah

Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda, “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini.” Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.[20]

Menghibur Anak Yatim dan Menangis Karena Mereka

Rasulullah bersabda, “Aku dan pengasuh anak yatim itu di surga seperti ini.” Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah dengan meregangkan sedikit saja.[21] Rasulullah pernah menciumi dan bercucuran air mata ketika melihat anak-anak Ja’far menjadi yatim karena ayahnya gugur dalam medan perang, beliau juga menghibur mereka.[22]

Tidak Merampas Hak Anak Yatim

Rasulullah bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan hak dua orang lemah, yaitu anak yatim dan wanita.”[23] Dengan demikian, seleksilah benar-benar harta kita. Adakah di dalamnya hak anak yatim yang kita rampas? Sebab, ancaman memakan harta mereka begitu jelas dan gamblang.

Melarang Bermain Saat Setan Berkeliaran dan Lindungilah dari penyakit ‘Ain

Rasulullah bersabda, “Apabila malam mulai gelap (malam telah tiba), tahanlah anak-anak kalian, karena setan saat itu sedang bertebaran. Apabila telah berlalu sesaat dari waktu maghrib, lepaskanlah mereka….”[24]

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah melihat anak yang sedang menangis kemudian beliau bersabda, “Mengapa bayi kelian menangis? Mengapa tidak kalian ruqyah dari penyakit ‘ain?”[25]

Mengajari Azan dan Shalat

Abu Mahdzurah bercerita, “Aku bersama 10 orang  remaja berangkat bersama Rasulullah dan rombongan. Pada saat itu, Rasulullah adalah orang paling kami benci. Mereka kemudian menyerukan azan dan kami yang 10 orang remaja ikut pula menyerukan azan dengan maksud mengolok-ngolok mereka. Rasulullah bersabda, ‘Bawa kemari 10 orang remaja itu!’ Beliau memerintahkan, ‘Azanlah kalian!’ Kami pun menyerukan azan.

Rasulullah bersabda, ‘Alangkah baiknya suara anak remaja yang baru kudengar suaranya ini. Sekarang pergilah kamu dan jadilah juru azan buat penduduk Mekkah.’ Beliau bersabda demikian seraya mengusap ubun-ubun Abu Mahdzurah, kemudian beliau mengajarinya azan dan bersabda kepadanya, ‘Tentu engkau sudah hafal bukan?’ Abu Mahdzurah tidak mencukur rambutnya karena Rasulullah waktu itu mengusapnya.[26]

Mengenai shalat, Rasulullah bersabda, “Ajarilah anak-anak kalian shalat sejak usia 7 tahun dan pukullah ia karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun.”[27]

Anas bin Malik berkata, “Pada suatu hari aku pernah masuk ke tempat Rasulullah dan yang ada hanyalah beliau, aku, ibuku, dan Ummu Haram, bibiku. Tiba-tiba Rasulullah menemui kami lalu bersabda, ‘Maukah bila aku mengimami shalat untuk kalian?’ Kala itu bukan waktu shalat. Maka salah seorang berkata, ‘Bagaimana Anas di posisikan di dekat beliau?’ Beliau menempatkanku di kanan beliau lalu beliau shalat bersama kami…”[28]

Tanpa cangung, Rasulullah mengajak anak shalat berjamaah meski tak ada orang selain anak tersebut, tanpa ragu pula, beliau mengangkat pemuda yang membencinya untuk menjadi tukang azan atau muazin kota Mekkah.

Mengajari Anak Sopan Santun dan Keberanian

Sebagaimana yang telah dijelaskan, bahwa Rasulullah pernah meminta izin kepada anak ketika beliau hendak memberi minum kepada tamu yang dewasa terlebih dahulu sebelum dia. Namun anak itu menolak. Saat itu Rasulullah tidak bersikap kasar dan tidak menegurnya.

Di antara keberanian yang beretika ialah anak tidak dibiarkan berbuat sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Al Ghazali mengatakan, “Anak hendaknya dicegah dari mengerjakan apa pun dengan cara sembunyi-sembunyi. Sebab, ketika anak menyembunyikannya berarti dia menyakini perbuatan tersebut buruk dan tidak pantas dilakukan.[29]

Menjadikan Anak yang Lebih Muda sebagai Imam Shalat dan Pemimpin dalam Perjalanan

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Bila kalian sedang berpergian, hendaknya yang menjadi imam adalah yang paling bagus bacaannya di antara kalian, walaupun ia orang yang paling muda. Bila ia telah menjadi imam berarti ia adalah pemimpin.”[30] Dan dikuatkan dengan hadits shahih, Amru bin Salamah berkata, Rasulullah bersabda, “Hendaknya yang menjadi imam kalian adalah yang paling banyak bacaan Al Qur’annya.”[31]

Mendidik Anak Ala Rasullullah

Sebagai Orang tua, wajib memberikan perhatian yang lebih terhadap perkembangan anak. Terutama dalam perkembangan Akhlak dan Intelektualnya. Banyak para orang tua yang berpikiran bahwa dengan menuruti dan memenuhi apa yang menjadi keinginan anak adalah langkah yang terbaik dalam memberikan perhatian kepada anak. Padahal  tidak hanya dengan menuruti apa yang diinginkan oleh si anak, kita sebagai orang tua bisa mengungkapkan rasa perhatian ke anak dengan cara yang lebih bijaksana.

Rasullullah sudah pernah mengajarkan hal ini kepada kita sebagai umat muslim.

Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas ketika diajak jalan bersama Rasulullah di atas kendaraan beliau. Dalam perjalanan ini, beliau mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai jenjang usia dan kemampuan daya pikirannya melalui dialog ringkas, langsung dan mudah. Rasulullah bersabda, “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia persatu padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu. Dan seandainya mereka bersatu padu untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat membahayakanmu, kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah bagimu, pena telah diangkat dan lembaran catatan telah mengering.”[1]

Menarik Perhatian Anak dengan Ucapan yang Lembut

Adakalanya Rasulullah memanggil anak dengan panggilan yang paling sesuai dengan jenjang usianya, seperti ungkapan, “Anak muda, sesungguhnya aku akan memberimu beberapa pelajaran.” Dan seterusnya. Adakalanya beliau memanggil dengan sebutan, “Anakku” seperti beliau lakukan kepada Anas saat turun ayat hijab, “Hai anakku, mundurlah kamu ke belakang.”

Rasulullah menyebut anak-anak Ja’far, putra pamannya, “Panggilkanlah anak-anak saudaraku.” Beliau pun menanyakan kepada ibunya, “Mengapa aku lihat tubuh keponakanku kurus-kurus seperti anak-anak yang sakit?”[2]

Seseorang lebih terkesan bila dipanggil dengan julukan, gelar, dan predikat yang baik dari pada nama aslinya. Tak terkecuali anak-anak. Ironisnya, yang sering kali kita dapati anak-anak yang dipanggil dengan julukan tidak enak didengar, seperti: gundul, gembrot, kribo, dan sebagainya.

Menghargai Mainan Anak dan Jangan Melarangnya Bermain

Apa yang akan Anda katakan ketika mengetahui bahwa Hasan bin Ali mempunyai anak anjing untuk mainannya, Abu Umair bin Abu Thalhah mempunyai burung pipit untuk mainannya, dan Aisyah mempunyai boneka perempuan untuk mainannya. Setelah dinikahi Rasulullah, Aisyah membawa serta boneka mainannya ke rumah beliau, bahkan Rasulullah mengajak semua teman-teman Aisyah ke dalam rumah untuk bermain bersama Aisyah. Realitas seperti ini menunjukkan pengakuan dari Rasulullah terhadap kebutuhan anak kecil terhadap mainan, hiburan dan pemenuhan kecenderungan (bakat).

Al Ghazali mengatakan, “Usai keluar dari sekolah, sang anak hendaknya diizinkan untuk bermain dengan mainan yang disuainya untuk merehatkan diri dari kelelahan belajar di sekolah. Sebab, melarang anak bermain dan hanya disuruh belajar terus, akan menjenuhkan pikirannya, memadamkan kecerdasannya, dan membuat masa kecilnya kurang bahagia. Anak yang tidak boleh bermain pada akhirnya akan berontak dari tekanan itu dengan berbagai macam cara.”[3] Al Ghazali juga menambahkan, “Hendaknya sang anak dibiasakan berjalan kaki, bergerak, dan berolah raga pada sebagian waktu siang agar tidak menjadi anak yang pemalas.”

Tidak Membubarkan Anak yang Sedang Bermain

Anas berkata, “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk di bawah sebuah pohon hingga aku kembali….”[4]

Selain penting bagi pertumbuhan mental dan fisik anak, permainan mereka perlukan sebagaimana orang dewasa memerlukan pekerjaan. Pikirkanlah dahulu untuk membubarkan mereka saat bermain. Kalau untuk memperingatkan karena waktu yang tidak tepat atau membahayakan diri dan orang lain, lakukan dengan penuh bijaksana.

Tidak Memisahkan Anak dari Keluarganya

Abu Abdurrahman Al Hubuli meriwayatkan bahwa dalam suatu peperangan Abu Ayyub berada dalam suatu pasukan, kemudian anak-anak dipisahkan dari ibu-ibu mereka, sehingga anak-anak itu menangis. Abu Ayyub pun segera bertindak dan mengembalikan anak-anak itu kepada ibunya masing-masing. Ia lalu mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat.”[5]

Rasulullah juga melarang seseorang duduk di tengah-tengah antara seorang ayah dan anaknya dalam suatu majelis. Beliau bersabda, “Janganlah seseorang duduk di antara seorang ayah dan anaknya dalam sebuah majelis.”[6]

Bersambung…..

Ini Lho..cara merawat kucing !!!

kucing

Jika kalian adalah seorang penyayang binatang, maka tak heran jika kalian mempunyai hewan peliharaan. Ada banyak hewan yang bisa dipelihara, mulai dari hewan mamalia sampai reptil. Merawat hewan peliharaan sepertinya susah, karena kita tidak mengerti bahasa mereka. Kalau hanya sekedar merawat saja sih itu mudah. Namun, kita tidak akan tahu dan mengerti resiko apa yang disebabkan jika kita memelihara hewan secara asal.

Hewan peliharaan mempunyai sifat yang hampir sama dengan manusia. Mereka juga bisa sayang dan setia dengan majikannya. Mereka juga bisa sakit, bahkan obatnya pun mirip dengan manusia. Hewan apa saja yang bisa kita pelihara ???. Contohnya adalah : Kucing, Anjing, Kelinci, Burung dan bahkan ular sekalipun bisa menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan.

Di dalam tulisan saya kali ini, saya akan membahas bagaimana cara merawat kucing yang benar. Supaya kita bisa menjadi majikan hewan yang bertanggungjawab terhadap lingkungan dan hewan peliharaan itu sendiri.

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling disukai manusia. Selain lucu, perilaku kucing juga sangat menggemaskan. Namun, tahukah Anda cara merawatnya? Semua hewan memiliki sifat sensitif yang harus dipahami manusia. Jika Anda seorang pemula dan ingin tahu tentang cara merawat kucing, berikut adalah beberapa tips dasar dari Boldsky.com.

1. Anak kucing membutuhkan jumlah gizi dua kali lebih besar dibanding kucing dewasa. Meskipun ia membutuhkan lebih banyak nutrisi, itu bukan berarti Anda harus memberinya makan berlebihan. Setelah 5-6 minggu, berikan makanan secara rutin 4 kali setiap hari.

2. Jangan berikan makanan anjing untuk kucing! Makanan anjing tidak mengandung taurin, nutrisi yang dibutuhkan kucing untuk mencegah penyakit jantung dan penglihatan kabur.

3. Setelah 8-10 bulan, Anda bisa membiasakannya untuk makan makanan rumah seperti nasi dan susu. Kebiasaan ini harus Anda lakukan sejak dini.

4. Tidak perlu memandikan kucing secara teratur. Ketika bulu kucing mulai berbau, Anda dapat memandikannya dengan air dingin. Air panas dapat merusak bulu dan menyebabkan iritasi kulit pada kucing.

5. Sikat bulu kucing secara rutin. Hal ini dapat menghilangkan rambut mati, kuman dan bakteri pada bulu.

6. Pergi keluar dan bermain dengannya. Kegiatan fisik membantu pertumbuhan dan perkembangan anak kucing dengan baik. Hewan peliharaan Anda akan tumbuh sehat dan lincah.

7. Ajarkan kebiasaan hidup sehari-hari. Anda bisa mulai mengajarkan beberapa kebiasaan baik pada kucing seperti pergi ke toilet, makan, dan tempat tidur.

8. Bersikap tegas pada perilaku buruknya. Anda harus bersikap tegas pada perilaku buruk yang ia tunjukkan. Dengan begitu, ia akan mengerti mana yang baik dan buruk.

9. Vaksinasi. Vaksinasi wajib dilakukan secara rutin untuk menghindari virus dan penyakit. Untuk itu, segera berkonsultasilah dengan dokter hewan.

10. Merawat kebersihan tubuhnya. Anda harus rajin mencuci gigi, telinga, dan kuku kucing. Spot-spot ini sangat rentan terhadap kuman dan bakteri lho. Jika dibiarkan kotor, hal ini bisa menyebabkan infeksi dan penyakit pada kucing.

Nah, semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat.

Bukan hanya manusia yang butuh perawatan khusus. Hewan peliharaan juga membutuhkan hal yang sama. Jadi, jagalah kebersihan kucing Anda secara rutin.

Demam Berdarah atau Tifus ? Hampir sama Gejalanya

Saat anak kita mengalami sakit, kita sebagai orang tua sudah seharusnya tanggap dan mengerti akan gejala yang ditimbulkan supaya kita tidak salah mengambil tindakan. Terutama untuk penyakit yang gejalanya mirip. Untuk saat ini, saya akan menjelaskan gejala penyakit yang mematikan ini. Apakah Bedanya Gejala Demam Berdarah dan Typus ???… Cekidot.

Gejala Demam Berdarah :

Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:

  • Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
  • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
  • Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
  • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.

Gejala Typus :

  • Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
  • Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
  • Nyeri perut dan diare.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.

Nah, sekarang para pembaca yang setia tahu apa perbedaan gejala demam berdarah dan typus.  Jangan sampai salah mengambil tindakan !

 

Kenali Gejala Demam Berdarah

Sudah pasti, kita sebagai masyarakat yang hidup di daerah tropis pasti sudah mengetahui penyakit ang disebabkan oleh Nyamuk yang satu ini. Ya, demam berdarah…sebagai penyakit yang sangat berbahaya. Kita harus bisa mengenali gejalanya dengan baik. Karena Demam berdarah tidak mengenal usia. Bail muda atau tua. Bahkan yang paling membahayakan jika penyakit ini diderita oleh anak usia balita. Akan sangat membahayakan. Mari kita coba untuk mengenali gejalanya dengan baik. Sehingga kita bisa melakukan tindakan pengobatan, bahkan tindakan pencegahan. Itu yang paling penting.

Demam berdarah dengue ditandai dengan demam tinggi, seringkali dengan pembesaran hati, dan dalam kegagalan sirkulasi kasus yang parah dan sering dimulai dengan kenaikan mendadak suhu disertai dengan wajah memerah dan gejala seperti flu – demam biasanya dilanjutkan 2-7 hari dan dapat sebagai tinggi sebagai 41 ° C, mungkin dengan kejang dan komplikasi lain.

Gejala biasanya mereda setelah reda demam tapi pada kasus yang berat, kondisi pasien dapat tiba-tiba memburuk setelah beberapa hari demam, tetes suhu, diikuti oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi, dan pasien cepat dapat jatuh ke dalam keadaan kritis shock dan mati dalam waktu 12 sampai 24 jam.

Margin Dan Leverage Dalam Forex

Kalau mendengar istilah valuta asing mungkin banyak diantara kita yang membayangkan hal itu seperti bertransaksi membeli atau menjual dollar di sebuah money-changer, hanya saja ini melalui internet! Padahal keadaannya jauh berbeda.

Jika kita bertransaksi di money changer terjadi pertukaran uang secara fisik antara money-changer dengan konsumennya. Dengan kata lain terdapat proses
‘delivery’ dan tidak dimungkinkan adanya ‘leverage’. Ini berbeda dengan trading forex online yang akan kita pelajari di buku ini.
Dalam transaksi forex di internet, transaksi yang terjadi tidak pernah terwujud dalam bentuk fisik karena transaksi tersebut nantinya akan ditutup dengan transaksi yang berlawanan untuk mengambil keuntungan. Misalkan seseorang melakukan transaksi pembelian 1 lot EUR/USD, orang tersebut tidak pernah menerima 100.000 Euro dalam bentuk fisik dan juga tidak pernah menyerahkan pembayaran dalam bentuk USD.
Dalam hal ini yang dilakukan Cuma membuat ‘kontrak’ beli EUR/USD sebanyak
1 lot. Kontrak tersebut nantinya akan dilikuidasi lagi setelah harganya naik dan profit yang diharapkan tercapai. Itu kalau nilai EUR/USD naik… akan tetapi bagaimana kalau ternyata EUR/USD justru turun dan nilai ‘kontrak’ itu menjadi berkurang? Disinilah dibutuhkan yang namanya ‘margin’, yaitu semacam uang jaminan yang diberikan kepada broker untuk mengkompensasi nilai kontrak apabila terjadi kerugian.

Margin ini nilainya jauh dibawah nilai kontrak. Ada broker forex yang mensyaratkan nilai margin hanya 1% (atau 100:1) dari nilai kontrak, ada yang lebih kecil. Ini dikenal dengan istilah ‘leverage’. Dengan leverage 100:1 kita bisa melakukan transaksi senilai $100,000 dengan hanya menggunakan account sebesar $1000 saja. Jika disebutkan leverage 200:1 maka untuk transaksi 1 lot ($100,000) hanya dibutuhkan margin sebesar $500 saja.

Keuntungan Dan Kerugian Leverage Dengan adanya leverage maka kemampuan transaksi anda bisa menjadi berlipat jauh di atas dana yang sesungguhnya anda miliki. Seandainya anda memiliki margin senilai $2000 dan leverage yang diberikan oleh broker sebesar 200:1. Lalu anda melakukan transaksi pembelian EUR/USD di 1.4025 sebesar 1 lot (margin $500). Dalam waktu 1 jam kemudian ternyata EUR/USD bergerak naik sehingga anda menutup transaksi tadi di posisi 1.4067. Dengan demikian anda memperoleh keuntungan 42 pip atau $420. Itu sama dengan keuntungan 21% hanya dalam waktu beberapa jam saja!

Adanya leverage memungkinkan anda memperoleh keuntungan yang sangat besar dalam setiap transaksi forex. Tapi sebaliknya, jika pergerakan harga melawan transaksi kita maka kerugian yang diderita juga menjadi sangat besar
dan sangat berbahaya. Dalam contoh di atas jika ternyata harga malah bergerak turun dan anda terpaksa menutup transaksi di 1.3990 atau minus 35 pip maka anda menanggung kerugian $350 atau 17% dalam sehari. Jika anda bertransaksi dengan resiko sebesar ini tidak perlu menjadi ahli akuntansi untuk mengetahui bahwa account anda akan habis kurang dari 2 minggu saja, tidak peduli seberapa besarpun account anda!

Faktor resiko kerugian yang sangat besar ini haruslah menjadi pertimbangan utama, lebih dari pada kemungkinan profit. Oleh karena itu sangat berbahaya jika anda melakukan transaksi semata-mata berdasarkan ketersediaan margin dan kemungkinan profit.

Cara terbaik untuk melakukan transaksi forex adalah berdasarkan prinsip-prinsip manajemen resiko yang nanti akan dijelaskan. Mereka yang sukses di forex tidak mencari keuntungan besar dalam semalam tapi membangun equity dengan keuntungan-keuntungan kecil yang konsisten dalam jangka waktu yang lama.

Menghasilkan Uang Dari Transaksi Forex

Jika seorang investor melihat harga tanah di suatu tempat sangat murah sementara itu ia tahu beberapa tahun lagi akan dibangun proyek yang akan meningkatkan harga tanah di daerah tersebut, maka ia tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk membeli tanah tersebut. Bukan untuk dimiliki sendiri melainkan untuk dijual kembali saat harganya benar-benar naik, dengan demikian ia memperoleh keuntungan yang lumayan.


//

Demikian juga dalam bursa forex, anda membeli dan menjual mata uang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari perbedaan harga. Dengan adanya fluktuasi nilai mata uang anda berharap dapat membeli mata uang pada harga yang rendah dan menjualnya kembali saat harganya meningkat. Atau sebaliknya anda menjual suatu mata uang tertentu dengan harapan akan membelinya kembali saat nilainya turun. Ini sangat dimungkinkan dalam forex karena mata uang ditransaksikan berpasangan. Jadi jika kita mengambil posisi ‘sell’ EUR/USD itu sama artinya dengan mengambil posisi ‘buy’ USD/EUR.

Contoh:
Anda membeli 1 lot euro atau 100.000 euro pada harga 1.3425 ($134,250). Ternyata keesokan hari nilai kurs EUR/USD meningkat menjadi 1.3460 dan anda memutuskan untuk menjual kembali 1 lot euro yang anda beli sebelumnya. Dari penjualan 1 lot euro pada kurs 1.3460 anda memperoleh $134,600, keuntungan yang anda peroleh dari transaksi tersebut adalah $134,600 – $134,250 atau sebesar $350. Atau suatu ketika anda melihat EUR/USD sedang bergerak turun, lalu anda mengambil posisi ‘sell’ 1 lot di 1.3485, nilai tansaksi $134,850. Dan ketika EUR/USD benar-benar turun anda menutup transaksi di posisi 1.3462 dengan nilai transaksi $134,620. Keuntungan yang anda 12 peroleh pada transaksi ini adalah $134,850 – $134,620 atau $230.

PIP
Pergerakan harga mata uang dihitung dalam pip (price increment point). Fluktuasi mata uang harian biasanya berkisar beberapa puluh pip sampai sekitar seratus pip lebih. Memang ini juga bergantung pada pasangan mata uangnya. Untuk GBP/JPY atau GBP/CHF mungkin pergerakannya beerkisar antara 200 – 400 pip dalam sehari. Itu berarti fluktuasi pergerakan mata uang rata-rata kurang dari 2%. Dari fluktuasi yang tidak sampai 2% itu potensi profit yang bisa diperoleh tidak sampai setengahnya, atau kurang dari 1%.

Pergerakan dan profit sekecil itu hanya bisa berarti apabila transaksi dilakukan dalam volume yang besar. Jadi, dalam contoh transaksi ‘buy’ di atas pergerakan dari 1.3425 ke 1.3460 sebenarnya ‘hanya’ 35 pip. Akan tetapi karena volume transaksinya cukup besar (1 lot = 100,000 unit) maka nilai 1 pip untuk transaksi tersebut menjadi besar ($10) dan profit yang diperoleh juga menjadi besar ($350). Besarnya nilai setiap pip bergantung pada dua hal: volume transaksi dan nilai counter-currency. Untuk mata uang EUR/USD, countercurrency adalah USD. Maka nilai 1 pip adalah 0.0001 USD x volume transaksi. Dengan demikian untuk 1 lot EUR/USD nilai 1 pip adalah 0.0001 USD x 100,000 atau 10 USD.

Bagaimana kalau counter-currency bukan USD? Misalnya 1 lot USD/CHF… Dalam hal ini counter-currency adalah CHF maka nilai 1 pip adalah 0.0001 CHF x 100,000 atau 10 CHF. Masalahnya, account kita umumnya dalam bentuk USD maka nilai 1 pip yang 10 CHF ini harus dikonversikan dulu ke USD. Dan ini tidak fix, bisa berubah-ubah tergantung pada nilai kurs USD/CHF saat itu. Jika kurs USD/CHF saat ini adalah 1.1280 maka nilai 1 pip dari 1 lot USD/CHF = 10 / 1.1280 atau 8.87 USD.